Langsung ke konten utama

Postingan

ONLY FOR JESUS

Salib yang Memberi Pengampunan dan Kehidupan Baru

Ayat Pokok Hari Ini:   Kolose 2:13-14   Kamu yang sudah mati karena pelanggaran dan karena tidak bersunat, Allah telah menghidupkan kamu bersama-sama dengan Kristus. Ia telah mengampuni segala pelanggaran kita dan menghapuskan surat hutang yang bertentangan dengan kita dan yang menuduh kita. Semua itu telah Ia hapuskan dengan memakukan nya pada kayu salib. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering membawa kita kembali ke kaki salib agar kita tidak lupa dari mana pengampunan dan kehidupan baru kita berasal. Salib bukan hanya simbol penderitaan, melainkan tempat di mana segala hutang dosa kita dihapuskan. Paulus menggambarkan dosa kita seperti surat hutang yang penuh tuduhan. Semua itu sudah dipakukan pada kayu salib bersama Kristus.   Kita sering merasa berat membawa beban masa lalu: kegagalan yang berulang, luka yang belum sembuh, atau dosa yang masih mengganggu hati. Tapi Firman hari ini mengingatkan bahwa di salib segalanya sud...
Postingan terbaru

Doa yang Rendah Hati yang Didengar Allah

Ayat Pokok Hari Ini:   Lukas 18:13   Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan tidak hanya meminta kita meninggalkan dosa atau berpuasa dari makanan, tetapi juga memanggil kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang benar-benar rendah hati. Kisah dua orang yang berdoa di Bait Allah memberikan gambaran yang sangat jelas. Yang satu adalah orang Farisi yang rajin berdoa, tetapi doanya penuh dengan puji-pujian diri sendiri dan penghakiman terhadap orang lain. Yang lain adalah pemungut cukai yang hanya berdiri jauh, tidak berani mengangkat muka, dan hanya berkata dengan hati yang hancur: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.   Yesus menyatakan bahwa doa yang kedua itulah yang pulang dengan dibenarkan di hadapan Allah. Bukan karena ia lebih saleh, melainkan karena ia datang dengan kejujuran dan kerendahan hati yang total. Ia tidak mencari alasan, tidak membandingkan diri dengan orang lain,...

Pulang ke Pelukan Bapa yang Mengasihi

Ayat Pokok Hari Ini:   Lukas 15:20   Lalu ia pun bangkit dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, bapanya telah melihatnya, lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia berlari mendapatkan anaknya itu, lalu memeluk dan mencium dia. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan tidak hanya meminta kita bertobat, tetapi juga mengajak kita pulang ke rumah Bapa. Kisah anak yang hilang menggambarkan dengan sangat indah perjalanan setiap manusia. Anak itu meninggalkan rumah karena ingin hidup bebas dan menguasai hartanya sendiri. Ia menghabiskan segalanya, jatuh ke dalam kemiskinan, dan akhirnya sadar bahwa di rumah Bapa pun ia masih lebih baik daripada hidup di luar sana.   Ia memutuskan pulang dengan rencana yang sudah disiapkan: mengaku dosa dan meminta menjadi budak saja. Tapi sebelum ia sempat mengucapkan kata-kata itu, Bapa sudah melihatnya dari kejauhan, berlari menyambutnya, memeluknya, dan menciumnya dengan penuh kasih. Bapa t...

Menanggung Salib dengan Yesus di Masa Prapaskah

Ayat Pokok Hari Ini:   Lukas 9:23   Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan tidak hanya meminta kita meninggalkan dosa atau berpuasa, tetapi juga memanggil kita untuk ikut serta memikul salib bersama Yesus. Salib bukan hanya lambang penderitaan, melainkan jalan menuju kebangkitan. Yesus sendiri memikul salib-Nya dengan rela, bukan karena terpaksa, melainkan karena kasih yang sempurna. Ia mengajak kita melakukan hal yang sama: menyangkal diri setiap hari dan memikul salib kita.   Menyangkal diri berarti melepaskan keinginan egois, ambisi duniawi, dan segala hal yang membuat kita menjadi pusat segalanya. Memikul salib berarti menerima beban hidup kita dengan sukarela: mungkin penyakit yang kronis, masalah keluarga yang rumit, pekerjaan yang berat, atau luka hati yang belum sembuh. Salib itu berbeda untuk setiap orang, tetapi s...

Yesus, Gembala yang Baik yang Memberi Nyawa-Nya

Ayat Pokok Hari Ini:   Yohanes 10:11   Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering mengingatkan kita bahwa kita bukan domba yang tersesat sendirian. Yesus memperkenalkan diri sebagai Gembala yang baik. Bukan gembala upahan yang lari ketika serigala datang, melainkan Gembala yang mengenal setiap domba-Nya satu per satu, memanggilnya dengan namanya, dan rela mati demi menyelamatkan mereka.   Kita sering merasa seperti domba yang tersesat: lelah karena perjalanan panjang, terluka oleh dosa, atau ketakutan menghadapi serigala-serigala dunia seperti godaan, masalah keluarga, atau tekanan hidup. Tapi Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia datang mencari kita di lembah kegelapan, mengangkat kita di pundak-Nya, dan membawa kita pulang ke kandang yang aman. Ia bukan hanya memimpin kita, Ia memberikan nyawa-Nya di kayu salib agar kita bisa hidup. ...

Terang Kristus yang Menyinari Hidup Kita

Ayat Pokok Hari Ini:   Yohanes 8:12   Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering membiarkan kita merasakan kegelapan agar kita semakin merindukan terang-Nya. Yesus menyatakan diri sebagai Terang Dunia bukan di tempat yang terang, melainkan di tengah orang-orang yang hidup dalam kegelapan dosa, kebohongan, dan ketakutan. Ia berkata dengan tegas: barangsiapa mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan.   Kegelapan itu nyata dalam hidup kita sehari-hari: kegelapan ketakutan akan masa depan, kegelapan luka hati yang belum sembuh, kegelapan godaan yang terus mengintai, kegelapan kesepian, atau kegelapan rutinitas yang membuat iman kita redup. Kita sering mencari terang di tempat yang salah, seperti pencarian pengakuan manusia, hiburan sementara, atau kekayaan. Semua itu hanya memberikan cahaya palsu yang...

Air Hidup yang Kekal dari Yesus

Ayat Pokok Hari Ini:   Yohanes 4:14   Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus selama-lamanya. Air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancarkan air ke hidup yang kekal. Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering membiarkan kita merasakan dahaga rohani yang dalam agar kita datang kepada-Nya yang adalah sumber air hidup. Kisah perempuan Samaria di sumur Yakub menggambarkan dengan sangat indah bagaimana Yesus datang ke tempat yang paling kering dalam hidup kita. Perempuan itu datang di tengah hari, saat matahari terik, karena ia menghindari orang lain. Hidupnya penuh luka, penuh kegagalan pernikahan, dan penuh rasa haus yang tak pernah terpuaskan.   Yesus duduk di sumur itu dan meminta air minum darinya. Dengan satu pertanyaan sederhana, Ia membuka seluruh luka hatinya. Lalu Ia menawarkan sesuatu yang lebih dari air biasa: air hidup yang kekal. Air...