Langsung ke konten utama


*CITRA DIRI SEBAGAI MANUSIA BARU* (2) 

Baca:  1 Korintus 3:10-23

"Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya."  1 Korintus 3:10b

Melalui karya pengorbanan Kristus, manusia yang sudah jatuh dalam dosa  (rusak citra dirinya)  dikembalikan kepada rencana Bapa semula yaitu keselamatan  (Roma 3:23-24).  Ketika Kristus berkata  "Sudah selesai"  (Yohanes 19:30), selesailah sudah tugas pemulihan citra diri manusia yang dikerjakan-Nya.  Dampaknya:  kita diperdamaikan kembali dengan Bapa, yang dulunya jauh telah menjadi dekat, sehingga tidak ada lagi jurang pemisah  (Kolose 1:20-22).  "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Manusia baru adalah kembalinya citra diri Bapa pada diri manusia.

     Elemen penting kehidupan manusia  'baru'  yang sudah dipulihkan citra dirinya:  1.  Dasar bangunan.  Dasar bangunan  'rohani'  kita harus diletakkan pada dasar yang benar yaitu Kristus.  "Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."  (1 Korintus 3:11).  Kehidupan manusia baru adalah kehidupan yang telah menguburkan manusia lama, yang dasar hidupnya duniawi dengan segala sifat dan karakternya.  Orientasi hidup yang dulunya tertuju kepada perkara-perkara dunia dan kepentingan diri sendiri kini berubah dengan menempatkan Kristus dan kebenaran-Nya sebagai yang utama  (Matius 6:33), memikirkan perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi  (Kolose 3:2), mengumpulkan harta di sorga, bukan yang di bumi  (Matius 6:19-20).  2.  Bentuk bangunan.  Ini berbicara tentang sikap, perkataan dan perbuatan kita, di mana kita tidak lagi hidup sembrono, melainkan hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan  (1 Korintus 3:12-15), karena pada saatnya pekerjaan kita akan terlihat kualitasnya.  3.  Fungsi bangunan.  Kita harus menyerahkan anggota-anggota tubuh kita untuk dipakai Tuhan sebagai senjata kebenaran dan menjadi saksi-saksi-Nya:  "Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran."  (Roma 6:13).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH ALLAH YANG KEKAL DAN MEMULIHKAN

Ayat Pokok Hari Ini: Yeremia 31:3 (TB)  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Renungan Kasih adalah tema yang begitu dekat dengan hati manusia. Di dunia ini, kita sering mencari kasih dalam hubungan, perhatian, penerimaan, atau bahkan pengakuan dari orang lain. Namun, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan kasih yang jauh lebih dalam, lebih pasti, dan tidak pernah pudar: kasih Allah yang kekal. Nabi Yeremia menyampaikan firman ini di tengah masa yang sulit bagi bangsa Israel—mereka berada dalam pembuangan, terluka, kehilangan harapan, dan merasa ditinggalkan. Namun Allah berkata: "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal." Kata "kekal" di sini (dalam bahasa Ibrani: olam) berarti kasih yang tidak terbatas waktu, tidak bergantung pada kondisi, dan tidak pernah berubah meskipun kita sering kali berubah atau jatuh. Kasih Allah bukan kasih yang reaktif—bukan k...

Pilih Kehidupan - Menyangkal Diri Dan Memikul Salib Setiap Hari

Ayat Pokok Hari Ini:  Lukas 9:23 (TB)   “Lalu Ia berkata kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.' Renungan : Hari ini Tuhan meletakkan dua pilihan di hadapan kita, sama seperti yang diberikan Musa kepada bangsa Israel di tepi Yordan: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Bukan pilihan sekali saja, melainkan pilihan setiap hari. Ulangan 30 mengingatkan bahwa kehidupan sejati bukanlah sekadar bernapas, melainkan mengasihi Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan berpegang pada-Nya. Sementara itu, Injil Lukas membawa kita ke tingkat yang lebih dalam: pilihan itu berarti menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Yesus baru saja menyatakan bahwa Ia sendiri harus menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit. Lalu Ia berkata kepada kita semua (bukan hanya kepada Petrus atau Yohanes): “Setiap orang yang mau mengikut Aku…”   Tidak ada jalan pintas. Mengikuti Yesus b...

Kesetiaan Allah dan Pengampunan yang Kita Terima

Ayat Pokok Hari Ini:   Matius 21:41   Mereka menjawab-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan mempercayakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasilnya pada waktunya.” Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering menggunakan perumpamaan untuk menyentuh hati kita yang paling dalam. Hari ini kita diajak merenungkan kisah tentang pemilik kebun anggur yang menyewa tanahnya kepada penggarap-penggarap. Mereka menerima segala fasilitas: pagar, tempat pemerasan anggur, menara pengawas. Semua sudah disediakan agar mereka bisa bekerja dengan baik dan menyerahkan hasil pada waktunya.   Tetapi penggarap-penggarap itu malah mengingkari perjanjian. Ketika pemilik mengutus hamba-hambanya untuk mengambil hasil, mereka dipukul, dibunuh, dan dilempari batu. Akhirnya pemilik mengutus anaknya sendiri, berpikir mereka akan menghormatinya. Tapi anak itu pun dibunuh di luar kebun.   Perumpamaan in...