Langsung ke konten utama

*CITRA DIRI SEBAGAI MANUSIA BARU* (3)

Baca:  Galatia 5:16-26

"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."  Galatia 5:16

Tuhan menghendaki agar orang percaya yang sudah dipulihkan citra dirinya bukan saja beroleh keselamatan dan hidup kekal yang menjadi bagiannya, tapi juga selama hidupnya di dunia mampu menjadi saksi dan berkat bagi kemuliaan nama-Nya.  Oleh karena itu kita harus benar-benar memiliki kehidupan yang berbeda dengan dunia  (Roma 12:2).

     Bagaimana cara memperoleh karakter manusia baru seutuhnya?  Tanggalkan cara hidup manusia lama!  Artinya menanggalkan perbuatan-perbuatan daging atau perbuatan-perbuatan kegelapan.  "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang."  (Efesus 5:11-13);  Menanggalkan cara hidup lama juga memiliki arti menanggalkan semua beban  (dosa)  yang selama ini menjadi perintang dan penghalang dalam perlombaan iman  (Ibrani 12:1).

     Kita juga harus mau dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari.  "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,"  (Galatia 5:25).  Sebagai anak-anak Tuhan kita memiliki kuasa untuk hidup oleh Roh, karena Ia tinggal di dalam kita, seperti tertulis:  "Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."  (Roma 8:9).  Jadi setiap orang yang mengaku diri sebagai anak Tuhan wajib tunduk pada pimpinan Roh Kudus  (Roma 8:14).  Maka dari itu berkonsentrasilah pada hidup di dalam Roh.  Ini adalah proses yang harus kita jalani dari waktu ke waktu di sepanjang hidup kita.  Hidup dalam pimpinan Roh Kudus berarti kita tidak hidup sembarangan, melainkan hidup tertib, teratur, bukan dalam kekacauan, sebab Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban  (2 Timotius 1:7).

Meninggalkan manusia lama dan hidup sebagai manusia baru adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH ALLAH YANG KEKAL DAN MEMULIHKAN

Ayat Pokok Hari Ini: Yeremia 31:3 (TB)  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Renungan Kasih adalah tema yang begitu dekat dengan hati manusia. Di dunia ini, kita sering mencari kasih dalam hubungan, perhatian, penerimaan, atau bahkan pengakuan dari orang lain. Namun, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan kasih yang jauh lebih dalam, lebih pasti, dan tidak pernah pudar: kasih Allah yang kekal. Nabi Yeremia menyampaikan firman ini di tengah masa yang sulit bagi bangsa Israel—mereka berada dalam pembuangan, terluka, kehilangan harapan, dan merasa ditinggalkan. Namun Allah berkata: "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal." Kata "kekal" di sini (dalam bahasa Ibrani: olam) berarti kasih yang tidak terbatas waktu, tidak bergantung pada kondisi, dan tidak pernah berubah meskipun kita sering kali berubah atau jatuh. Kasih Allah bukan kasih yang reaktif—bukan k...

Pilih Kehidupan - Menyangkal Diri Dan Memikul Salib Setiap Hari

Ayat Pokok Hari Ini:  Lukas 9:23 (TB)   “Lalu Ia berkata kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.' Renungan : Hari ini Tuhan meletakkan dua pilihan di hadapan kita, sama seperti yang diberikan Musa kepada bangsa Israel di tepi Yordan: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Bukan pilihan sekali saja, melainkan pilihan setiap hari. Ulangan 30 mengingatkan bahwa kehidupan sejati bukanlah sekadar bernapas, melainkan mengasihi Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan berpegang pada-Nya. Sementara itu, Injil Lukas membawa kita ke tingkat yang lebih dalam: pilihan itu berarti menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Yesus baru saja menyatakan bahwa Ia sendiri harus menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit. Lalu Ia berkata kepada kita semua (bukan hanya kepada Petrus atau Yohanes): “Setiap orang yang mau mengikut Aku…”   Tidak ada jalan pintas. Mengikuti Yesus b...

Kesetiaan Allah dan Pengampunan yang Kita Terima

Ayat Pokok Hari Ini:   Matius 21:41   Mereka menjawab-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan mempercayakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasilnya pada waktunya.” Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering menggunakan perumpamaan untuk menyentuh hati kita yang paling dalam. Hari ini kita diajak merenungkan kisah tentang pemilik kebun anggur yang menyewa tanahnya kepada penggarap-penggarap. Mereka menerima segala fasilitas: pagar, tempat pemerasan anggur, menara pengawas. Semua sudah disediakan agar mereka bisa bekerja dengan baik dan menyerahkan hasil pada waktunya.   Tetapi penggarap-penggarap itu malah mengingkari perjanjian. Ketika pemilik mengutus hamba-hambanya untuk mengambil hasil, mereka dipukul, dibunuh, dan dilempari batu. Akhirnya pemilik mengutus anaknya sendiri, berpikir mereka akan menghormatinya. Tapi anak itu pun dibunuh di luar kebun.   Perumpamaan in...