Langsung ke konten utama

*MELINDUNGI DIRI SAAT TERANCAM*

Baca:  Matius 26:69-75

"Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: 'Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.'"  Matius 26:70

Secara alamiah setiap makhluk hidup memiliki mekanisme pertahanan diri dan perlindungan diri ketika dihadapkan pada ancaman atau bahaya.  Bahkan ada beberapa contoh hewan yang memiliki mekanisme pertahanan diri yang tidak biasa alias ekstrem, semisal:  katak yang mematahkan kaki-kakinya sendiri dan mengeluarkan cakar;  ikan yang melingkupi musuhnya dengan casing tebal dari kotoran;  semut yang bisa meletuskan tubuhnya.  Ini semua dilakukan untuk mempertahankan diri atau melindungi diri dari ancaman para predator.  Ini adalah contoh dari sedikit cara yang tidak biasa dari binatang untuk mempertahankan dirinya ketika dalam bahaya dan ancaman.

     Tak terkecuali manusia, ketika sedang berada dalam ancaman atau bahaya ada mekanisme pertahanan diri yang biasa dilakukan yaitu melawan atau melarikan diri.  Ketika Kristus ditangkap dan dibawa ke Mahkamah Agama, murid-murid-Nya diliputi oleh rasa takut yang luar biasa, sehingga mereka pun lari untuk menyelamatkan diri.  Perikop dari pembacaan firman kita hari ini adalah Petrus menyangkal Kristus.  Ini adalah bentuk mekanisme pertahanan dan perlindungan diri yang dilakukan Petrus ketika dirinya sedang terancam, karena orang-orang telah mengenalinya sebagai salah satu murid Kristus.  Bahkan Petrus berusaha melindungi diri dengan menyangkal bahwa ia bukanlah murid Kristus dan berani membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa ia tidak mengenal Kristus.  "Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: 'Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.'Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya."  (Matius 26:75).

     Alkitab tak pernah mencatat bahwa pengikut Kristus akan terbebas dari masalah dan beroleh kenyamanan hidup.  Sebaliknya dengan tegas dinyatakan bahwa  "...kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."  (Matius 10:22).  Siapkah Saudara menghadapinya?

"...barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya."  Matius 16:25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH ALLAH YANG KEKAL DAN MEMULIHKAN

Ayat Pokok Hari Ini: Yeremia 31:3 (TB)  Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Renungan Kasih adalah tema yang begitu dekat dengan hati manusia. Di dunia ini, kita sering mencari kasih dalam hubungan, perhatian, penerimaan, atau bahkan pengakuan dari orang lain. Namun, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan kasih yang jauh lebih dalam, lebih pasti, dan tidak pernah pudar: kasih Allah yang kekal. Nabi Yeremia menyampaikan firman ini di tengah masa yang sulit bagi bangsa Israel—mereka berada dalam pembuangan, terluka, kehilangan harapan, dan merasa ditinggalkan. Namun Allah berkata: "Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal." Kata "kekal" di sini (dalam bahasa Ibrani: olam) berarti kasih yang tidak terbatas waktu, tidak bergantung pada kondisi, dan tidak pernah berubah meskipun kita sering kali berubah atau jatuh. Kasih Allah bukan kasih yang reaktif—bukan k...

Pilih Kehidupan - Menyangkal Diri Dan Memikul Salib Setiap Hari

Ayat Pokok Hari Ini:  Lukas 9:23 (TB)   “Lalu Ia berkata kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.' Renungan : Hari ini Tuhan meletakkan dua pilihan di hadapan kita, sama seperti yang diberikan Musa kepada bangsa Israel di tepi Yordan: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Bukan pilihan sekali saja, melainkan pilihan setiap hari. Ulangan 30 mengingatkan bahwa kehidupan sejati bukanlah sekadar bernapas, melainkan mengasihi Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan berpegang pada-Nya. Sementara itu, Injil Lukas membawa kita ke tingkat yang lebih dalam: pilihan itu berarti menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Yesus baru saja menyatakan bahwa Ia sendiri harus menderita, ditolak, dibunuh, dan bangkit. Lalu Ia berkata kepada kita semua (bukan hanya kepada Petrus atau Yohanes): “Setiap orang yang mau mengikut Aku…”   Tidak ada jalan pintas. Mengikuti Yesus b...

Kesetiaan Allah dan Pengampunan yang Kita Terima

Ayat Pokok Hari Ini:   Matius 21:41   Mereka menjawab-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan mempercayakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan hasilnya pada waktunya.” Renungan:   Di masa Prapaskah ini, Tuhan sering menggunakan perumpamaan untuk menyentuh hati kita yang paling dalam. Hari ini kita diajak merenungkan kisah tentang pemilik kebun anggur yang menyewa tanahnya kepada penggarap-penggarap. Mereka menerima segala fasilitas: pagar, tempat pemerasan anggur, menara pengawas. Semua sudah disediakan agar mereka bisa bekerja dengan baik dan menyerahkan hasil pada waktunya.   Tetapi penggarap-penggarap itu malah mengingkari perjanjian. Ketika pemilik mengutus hamba-hambanya untuk mengambil hasil, mereka dipukul, dibunuh, dan dilempari batu. Akhirnya pemilik mengutus anaknya sendiri, berpikir mereka akan menghormatinya. Tapi anak itu pun dibunuh di luar kebun.   Perumpamaan in...